Laporan Zurich Ungkap Dampak Kesehatan Mental terhadap Produktivitas

Navaswara.com — Gangguan kesehatan mental semakin menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI mencatat sekitar 28 juta penduduk Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental.

Kondisi tersebut juga berkaitan dengan produktivitas dan kualitas hidup. Laporan The Value of Mental Health yang diterbitkan Zurich Insurance Group pada April 2026 menunjukkan kesehatan mental memiliki dampak lebih luas terhadap individu maupun ketahanan ekonomi.

Laporan tersebut mengkaji dampak kesehatan mental dari tiga aspek, yaitu people atau manusia, productivity atau produktivitas, dan protection systems atau sistem perlindungan seperti asuransi, layanan kesehatan, dan jaminan sosial.

Kajian itu dilakukan di enam negara, yakni Australia, Chile, Jerman, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Inggris. Hasilnya menunjukkan kebutuhan untuk menjaga kesehatan mental berkaitan dengan persoalan sosial dan ekonomi yang lebih luas.

Dampak Kesehatan Mental terhadap Kualitas Hidup

Dari aspek people, prevalensi gangguan kesehatan mental yang terdiagnosis diproyeksikan berada pada kisaran 12 hingga 27 persen dari populasi pada 2030 di negara-negara yang dikaji. Gangguan kecemasan tercatat sebagai kondisi yang paling dominan.

Gambaran tersebut sejalan dengan perkembangan kondisi kesehatan mental di Indonesia. Prevalensinya meningkat dari 6 persen pada 2013 menjadi 9,8 persen pada 2018, sementara pada 2023 diperkirakan mencapai sekitar 20 persen dari populasi.

Dari sisi produktivitas, laporan Zurich menunjukkan gangguan kesehatan mental berpotensi menimbulkan kerugian produktivitas hingga 5 persen dari produk domestik bruto (PDB) di sejumlah negara yang dikaji.

Kerugian tersebut tidak hanya berasal dari cuti sakit. Berkurangnya partisipasi masyarakat dalam angkatan kerja akibat gangguan kesehatan mental juga menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas.

Pada tingkat individu, seseorang dengan gangguan kesehatan mental dapat kehilangan sekitar 60 hingga 67 hari hidup sehat setiap tahun. Sementara itu, kerugian kesejahteraan atau wellbeing loss di enam negara yang menjadi cakupan studi diperkirakan mencapai sekitar USD 1 triliun per tahun.

“Berbagai temuan ini menunjukkan bahwa kesehatan mental memiliki dimensi yang lebih luas daripada persoalan kesehatan semata, termasuk terhadap produktivitas, kualitas hidup, dan ketahanan ekonomi. Karena itu, upaya menjaga wellbeing perlu dilihat sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih tangguh,” kata Edhi Tjahja Negara, Country Manager dan Direktur Utama PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk.

Peran Perlindungan dalam Menjaga Kesehatan Mental

Laporan tersebut turut membahas peran sistem perlindungan dalam membantu masyarakat mengenali kondisi kesehatan mental, mengakses layanan, dan memperoleh dukungan sejak dini.

“Dari sisi perlindungan, kami melihat pentingnya bergerak lebih awal, bukan hanya ketika risiko sudah terjadi. Edukasi dan akses terhadap dukungan yang relevan dan tepat waktu menjadi bagian penting untuk membantu individu menjaga kualitas hidup dan tetap terhubung dengan pekerjaan, keluarga, maupun komunitas,” ujar Edhi.

Di Indonesia, upaya tersebut diwujudkan Zurich melalui program wellbeing yang menjadi bagian dari proposisi asuransi kesehatan. Program tersebut terdiri dari empat pilar, yaitu kesehatan fisik, mental, sosial, dan finansial.

Berbagai kegiatan dilakukan untuk mendukung empat aspek tersebut, mulai dari seminar, pemeriksaan kesehatan, konsultasi, olahraga, kegiatan sukarela, hingga literasi keuangan. Program tersebut diarahkan untuk mendorong upaya preventif sekaligus membantu nasabah menjaga kualitas hidup secara menyeluruh.

Komitmen terhadap kesehatan fisik dan mental juga diwujudkan melalui kegiatan olahraga. Dalam rangka menyambut 35 tahun perjalanan Zurich di Indonesia, perusahaan menggelar “Fun Run 5K” pada Minggu (27/9).

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 200 peserta yang terdiri dari karyawan Zurich dan anggota komunitas. Peserta juga mendapat perlindungan kecelakaan diri gratis serta mengikuti pemeriksaan kesehatan dan edukasi mengenai gaya hidup sehat.

“Memasuki usia ke-35 di Indonesia, Zurich ingin terus berjalan bersama masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup. Fun Run ini menjadi salah satu langkah kecil dari perjalanan tersebut. Karena kami percaya menjaga wellbeing secara menyeluruh tidak hanya membantu seseorang hidup lebih sehat, tetapi juga mendukung produktivitas, ketahanan finansial, serta kesiapan menghadapi berbagai risiko kehidupan,” tutup Edhi.