Mural Twisting Thriving Topographies Hadirkan Perpaduan Art Deco dan Motif Batik Indonesia

Navaswara.com — Pameran seni bertajuk “Twisting Thriving Topographies” resmi dibuka di Langeveld Building, Woudestein, Erasmus University Rotterdam. Karya yang ditampilkan dalam agenda kali ini merupakan mural ciptaan seniman Hadassah Emmerich yang memenuhi tangga gedung setinggi lima lantai.

Kehadiran karya-karya Hadassah Emmerich ini mengubah ruang yang sebelumnya hanya menjadi jalur perlintasan menjadi sebuah pengalaman visual yang lebih hidup dan berwarna.

Nama Twisting Thriving Topographies sendiri menggambarkan gerakan ritmis dan organik yang menjadi karakter utama mural. Garis serta motif di dalam karya tampak saling terhubung, berputar dari atas ke bawah, kemudian mengalir mengikuti ruang.

Di tangan Hadassah Emmerich, setiap lantai dan tangga diperlakukan seperti sebuah pulau yang memiliki karakter tersendiri. Dalam karyanya, Emmerich memadukan berbagai referensi sejarah dan budaya, termasuk gaya Art Deco serta motif batik Indonesia.

Emmerich juga sengaja mempertahankan karakter beton pada bangunan sebagai bagian dari karya. Menurutnya, bentuk-bentuk dalam mural sengaja dihadapkan dengan permukaan beton sehingga tercipta interaksi visual yang dinamis dan membuat karyanya terasa hidup.

Lebih dari sekadar dekorasi, Hadassah Emmerich berharap mural ini bisa memperkuat peran seni di ruang publik. Baginya, seni dapat mendorong seseorang untuk berhenti sejenak, melihat sesuatu dari perspektif berbeda, sekaligus membuka percakapan dengan orang lain.

Bagi sivitas akademika Erasmus University Rotterdam, Twisting Thriving Topographies pun menjadi bagian dari pengalaman sehari-hari di kampus, menghadirkan warna dan energi di tengah aktivitas akademik yang padat.