Menjelajahi Keindahan Eksotis Tiga Tingkat Air Terjun Curug Cipurut di Kaki Gunung Burangrang

Navaswara.com — Kabupaten Purwakarta tidak hanya terkenal dengan kuliner Sate Maranggi atau keindahan Waduk Jatiluhur, tapi juga menyimpan pesona wisata alam yang luar biasa di kaki Gunung Burangrang.

Salah satu destinasi alam yang sayang untuk dilewatkan adalah Curug Cipurut. Air terjun eksotis ini berlokasi di Kampung Cileungsing, Desa Sumurugul, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Berada sekitar 30 kilometer dari pusat kota Purwakarta, kawasan ini berada di dalam Kawasan Cagar Alam Gunung Burangrang sehingga kondisi alam sekitarnya masih sangat terjaga dan bebas dari polusi kota.

Penamaan Curug Cipurut sendiri memiliki sejarah dan asal-usul yang cukup unik di tengah masyarakat setempat. Berdasarkan cerita lokal, kata Cipurut berasal dari ditemukannya sebatang pohon jeruk purut yang tumbuh di sekitar area air terjun tersebut.

Uniknya, buah dari pohon jeruk purut yang tumbuh di kawasan curug ini sama sekali tidak bisa dikonsumsi atau digunakan sebagaimana jeruk purut pada umumnya. Peristiwa unik ini menginspirasi warga sekitar untuk menyematkan nama Cipurut pada air terjun ini hingga akhirnya populer seperti sekarang.

Semula, mata air di sini hanya dimanfaatkan oleh masyarakat lokal untuk memenuhi kebutuhan harian. Namun, seiring berjalannya waktu, keindahan alaminya mulai tersiar luas dan menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.

Daya tarik utama Curug Cipurut terletak pada tebing air terjunnya yang terbagi menjadi tiga bagian. Curug utama yang paling menonjol berada di ujung tebing dengan ketinggian kurang lebih 25 meter.

Aliran airnya mengalir indah menelusuri susunan batuan alami yang menyerupai tangga. Keberadaan aliran air yang tidak terlalu deras ini membuat para pengunjung bisa menghabiskan waktu dengan berenang, membasuh muka, atau sekadar menikmati guyuran air pegunungan yang jernih dan dingin.

Sementara itu, dua bagian curug lainnya memiliki bentuk yang lebih landai. Kontur batuan ini kerap dimanfaatkan oleh para wisatawan sebagai area perosotan alami untuk meluncur langsung menuju kolam air jernih di bagian bawahnya.

Untuk bisa sampai di Curug Cipurut, kita perlu melakukan trekking santai menyusuri jalan setapak sejauh kurang lebih satu kilometer dari area parkir kendaraan. Perjalanan tersebut tidak akan membosankan karena kita akan disambut panorama hijau kebun teh yang membentang serta rerimbunan pepohonan khas pegunungan.

Selain menikmati keindahan air terjun dan berfoto di berbagai sudut yang begitu indah, Curug Cipurut juga menjadi lokasi favorit bagi para pencinta alam untuk berkemah. Area perkemahan yang dikelilingi rindangnya pepohonan selalu ramai disinggahi wisatawan pada akhir pekan.

Fasilitas yang tersedia di area Curug Cipurut juga sudah cukup lengkap, yakni seperti area parkir, toilet umum, mushola, warung-warung makan sederhana milik warga sekitar, serta camping ground yang dikelilingi pepohonan rindang.

Jika ingin berkunjung, waktu terbaiknya adalah pada musim kemarau saat pagi hari, antara pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Pada momen ini, cuaca cenderung cerah, udara masih sangat segar, medan trekking menuju lokasi tidak licin.