Pameran S. Teddy for Sumba, Lanjutkan Warisan Seniman untuk Pendidikan Anak Indonesia

Navaswara.com — Memiliki tujuan yang begitu mulia, pameran amal bertajuk “S. Teddy for Sumba” resmi digelar di NODE by ISA Art & Design pada 23 September hingga 23 Oktober 2026 mendatang.

Pameran ini menghadirkan sejumlah karya dari mendiang seniman Indonesia, S. Teddy D. bersama enam seniman lainnya, yakni Ahadi Bintang, Bonggal Hutagalung, Jumaadi, Sillyndris, Trio Muharam, dan Zikry Rediansyah.

Diselenggarakan oleh ISA Art & Design Consultancy bekerja sama dengan Happy Hearts Indonesia, pameran ini bukan hanya menampilkan karya seni buatan S. Teddy D.. Tapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap perjalanan artistik sang seniman sekaligus meneruskan kepeduliannya terhadap pendidikan anak-anak di Sumba.

Semasa hidupnya, Teddy diketahui beberapa kali mengunjungi Sumba dan mengembangkan ketertarikan terhadap tradisi animisme serta kehidupan masyarakat setempat.

Ia juga dikenal memiliki keinginan yang begitu kyat untuk menyumbangkan hasil penjualan lukisannya bagi pembangunan sekolah di pulau tersebut.

Keinginan itu akhirnya dilanjutkan melalui pameran “S. Teddy for Sumba”, di mana hasil penjualan karya-karyanya akan mendukung proyek pembangunan kembali sekolah yang dijalankan Happy Hearts Indonesia di wilayah Sumba Barat Daya.

Inisiatif ini menargetkan penggalangan dana sebesar US$25.000 untuk pembangunan kembali sebuah sekolah pendidikan anak usia dini.

Salah satu karya yang ditampilkan adalah lukisan berjudul “Ink on My Face 24” yang dibuat pada 2014 lalu. Karya ini menampilkan goresan garis hitam yang membentuk beberapa wajah dengan karakteristik berbeda, disertai gambar menyerupai perahu di bagian atas.

Melalui pendekatan visual yang sederhana, karya tersebut menghadirkan eksplorasi bentuk wajah dan ekspresi manusia. Perbedaan karakter setiap wajah mengajak kita untuk merenungkan keragaman identitas dan cara manusia memandang dunia.

Melalui pameran ini, warisan artistik S. Teddy D. tidak hanya dikenang melalui karya seni, tapi juga diteruskan menjadi dukungan nyata bagi pendidikan anak-anak di Sumba.