Mengenal Candi Mendut, Peninggalan Buddha dengan Relief Penuh Makna

Navaswara.com — Berada tidak jauh dari Candi Borobudur, Candi Mendut merupakan situs bersejarah yang sangat menarik untuk dikunjungi. Berdasarkan Prasasti Karangtengah yang berangka tahun 824 Masehi, candi ini berkaitan dengan masa Wangsa Sailendra yang hingga kini masih digunakan dalam kegiatan keagamaan Buddha.

Daya tarik utama Candi Mendut terletak pada relief dan arca yang menghiasi bangunannya. Pada bagian luar, kita bisa melihat deretan relief tokoh-tokoh dalam ajaran Buddha. Di sisi utara terdapat relief Dewi Tara, sedangkan sisi timur menampilkan relief Awalokiteswara dan sisi selatan memuat kisah Manjusri.

Pada tangga candi terdapat relief cerita Jataka, yakni kisah yang menyampaikan teladan melalui tokoh-tokoh binatang. Cerita tersebut mengajarkan nilai kebajikan, kasih sayang, pengorbanan, dan konsekuensi dari setiap perbuatan. Di sisi lainnya, ada pula relief yang menggambarkan raja-raja dari Dinasti Sailendra.

Saat memasuki ruang utama, kita bisa melihat tiga arca berukuran besar, yaitu Buddha Cakyamuni di bagian tengah, ditemani Bodhisattva Avalokiteswara dan Vajrapani di kanan-kirinya. Ketiganya menjadi bagian penting dari nilai religius Candi Mendut.

Di sana, kita dapat mengamati detail pahatan yang begitu detail dari jarak dekat, berjalan mengelilingi candi, memotret arsitektur dan relief, serta menikmati suasana kawasan khas Magelang yang begitu teduh. Di sekitar candi juga terdapat penjual pernak-pernik dan cendera mata yang bisa dijadikan buah tangan untuk orang tersayang di rumah.

Untuk fasilitas, kawasan Candi Mendut telah dilengkapi fasilitas dasar seperti area parkir dan toilet. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari ketika udara masih sejuk dan sinar matahari belum terlalu terik.

Jika ingin berjalan-jalan dan berfoto dengan nyaman, sebaiknya perhatikan prakiraan cuaca, terutama saat musim hujan. Pagi juga menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin melanjutkan perjalanan ke Borobudur setelahnya.