Navaswara.com — Dunia seni kembali menghadirkan gebrakan baru melalui pameran bertajuk “Jelaga di Ujung Raya” yang dihelat di Galeri Zen1, Menteng, Jakarta Pusat. Pameran ini dibuka pada 12 September 2026 dan berlangsung hingga 13 Oktober 2026 mendatang.
“Jelaga di Ujung Raya” mempertemukan bidang seni rupa dengan teknologi keselamatan kebakaran, yakni Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang umumnya hanya dikenal sebagai perangkat untuk mengantisipasi kebakaran.
Tak hanya itu, pameran “Jelaga di Ujung Raya” juga mengangkat perjalanan api dalam kehidupan manusia. Mulai dari perannya dalam peradaban awal hingga fenomena thermal runaway pada teknologi modern yang diterjemahkan ke dalam berbagai karya visual menggunakan api dan jelaga sebagai medium.
Salah satu yang membuat pameran ini begitu menarik adalah penggunaan APAR sebagai bagian dari karya seni. Perangkat yang biasanya hanya ditempatkan di sudut ruangan tersebut, kini dikemas dengan sentuhan artistik sehingga memiliki fungsi sekaligus nilai visual.
Dengan diangkatnya konsep ini, diharapkan dapat membuat masyarakat lebih memperhatikan keberadaan alat keselamatan. Terutama di tengah meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di tengah masyarakat kita.
Selain keberadaan APAR dengan ilustrasi api berwarna biru di salah satu sudut ruang pameran, kita juga bisa melihat karya Arkiv Vilmansa yang dibuat dengan teknik melukis menggunakan api di atas kanvas.
Dalam pameran ini, api tidak hanya menjadi sumber panas tapi turut digunakan sebagai bagian dari proses artistik untuk menghasilkan jejak pada permukaan kanvas. Pendekatan ini membuat proses berkarya terasa berbeda dari teknik melukis yang menggunakan cat atau tinta.
“Jelaga di Ujung Raya” sendiri merupakan kolaborasi antara LFK (Lithium Fire Killer), lini produk keselamatan kendaraan listrik dari PT Famindo Alfa Spektrum Teknologi (PT FAST), dengan seniman Indonesia Arkiv Vilmansa. Selain itu, pameran ini juga melibatkan sekitar 20 seniman Indonesia yang menghadirkan puluhan karya dengan tema api dan jelaga.

