Navaswara.com – Citadel memperkenalkan UmHajGo, aplikasi “Super Companion” berbasis AI yang digadang-gadang akan mengubah cara jemaah Indonesia menjalani perjalanan Umrah dan Haji. Diluncurkan di Jakarta pada 18 November 2025, platform ini menghadirkan pendekatan baru yang mengintegrasikan semua kebutuhan perjalanan ibadah ke dalam satu aplikasi: perencanaan, panduan ritual, navigasi real-time, hingga layanan setelah kembali ke tanah air.
Sebagai negara dengan jemaah Umrah dan Haji terbesar di dunia, Indonesia membutuhkan sistem yang lebih terarah, aman, dan mudah digunakan. UmHajGo hadir menjawab tantangan tersebut melalui antarmuka berbahasa Indonesia, itinerary yang disusun AI sesuai anggaran, serta kurasi hotel dan penerbangan. Selain untuk jemaah mandiri, aplikasi ini juga mendukung pemimpin rombongan, keluarga pendamping lansia, dan biro perjalanan resmi.
“UmHajGo bukan sekadar aplikasi. Ini adalah pijakan pertama kami dalam membangun ekosistem digital Tayyib yang aman, terpercaya, dan selaras dengan prinsip syariah,” ujar Dato’ Jeff S. Medina, Chairman & Group CEO Citadel. “Kami ingin memastikan jemaah dapat fokus beribadah, sementara teknologi mengurus aspek teknisnya.”
Hadirnya UmHajGo juga sejalan dengan implementasi UU No. 14 Tahun 2025 yang membuka ruang bagi perjalanan umrah mandiri. Dalam skema ini, banyak jemaah menghadapi fragmentasi informasi dan risiko keselamatan. UmHajGo mengatasi keduanya dengan fitur peta 3D & AR, deteksi kerumunan berbasis AI, e-locator, serta panduan ibadah yang mudah dipahami.

Mulai dari persiapan keberangkatan, pengguna dapat menyusun perjalanan dan memesan akomodasi. Saat di Tanah Suci, mereka terbantu dengan navigasi real-time dan informasi lokasi yang akurat. Bahkan setelah ibadah usai, UmHajGo tetap relevan melalui konten spiritual serta layanan lanjutan seperti takaful dan wasiat digital.
Peluncuran UmHajGo juga menandai berdirinya PT Citadel Group Indonesia sebagai langkah jangka panjang perusahaan di Tanah Air. Acara peluncuran turut mendapat dukungan dari ulama terkemuka Dr. K.H. Marsudi Syuhud, yang mengapresiasi pendekatan teknologi yang tetap menjunjung nilai spiritual.
“Teknologi tidak menggantikan kedalaman ibadah, tapi justru membantu umat menjalankannya dengan lebih tenang dan terarah,” ujarnya.
Dengan kehadiran UmHajGo, Citadel menegaskan komitmennya membangun ekosistem digital Tayyib yang mendukung jutaan jemaah Indonesia untuk beribadah secara lebih aman, nyaman, dan mandiri.
