Gereja Blenduk Semarang, Ikon Bersejarah dengan Kubah Megah di Kota Lama

Navaswara.com — Di antara deretan bangunan bersejarah di kawasan Kota Lama Semarang, Gereja Blenduk menjadi salah satu landmark yang menarik perhatian.

Bangunan dengan kubah besar berwarna kemerahan ini memiliki arsitektur khas Eropa yang masih terjaga hingga sekarang. Selain menjadi tempat ibadah, gereja ini juga menyimpan cerita panjang tentang perkembangan Kota Semarang sejak masa kolonial.

Gereja Blenduk memiliki nama resmi GPIB Immanuel Semarang (Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat Immanuel Semarang). Bangunan ini pertama kali didirikan pada 1742.

Pada awalnya, gereja ini berbentuk rumah panggung dengan arsitektur Jawa. Perubahan besar baru dilakukan pada tahun 1787–1794, kala itu desainnya dibuat mengikuti gaya gereja Protestan Eropa. Renovasi berikutnya berlangsung pada 1894–1895 oleh H.P.A. De Wilde dan W. Westmaas.

Nama Blenduk sendiri berasal dari istilah dalam bahasa Jawa yang merujuk pada bentuk menggembung atau menonjol. Sebutan ini menggambarkan kubah besar yang menjadi ciri khas bangunan gereja.

Dari luar, kita bisa melihat perpaduan kubah megah dan dua menara di bagian depan. Arsitekturnya mengadopsi gaya Pseudo Barok dengan pengaruh arsitektur klasik Eropa.

Keunikan Gereja Blenduk juga terlihat pada denah bangunannya yang berbentuk segi delapan. Sementara itu, bagian dalamnya memiliki tata ruang yang dirancang menyerupai salib Yunani dan dilengkapi orgel bergaya Barok.

Meski kini menjadi salah satu tempat wisata bersejarah, tapi Gereja Blenduk tetap berfungsi sebagai tempat ibadah umat Kristen Protestan. Oleh karena itu, kita perlu menghormati kegiatan peribadatan dan mengikuti aturan yang berlaku ketika berkunjung.

Bertandang ke Gereja Blenduk dapat menjadi pilihan bagi siapapun yang ingin menikmati wisata sejarah dan budaya. Lokasi gereja ini berada di Jalan Letjen Suprapto Nomor 32, kawasan Kota Lama Semarang yang juga dikenal dengan deretan bangunan peninggalan kolonial.