Navaswara.com – Menjelang perlombaan lari, persiapan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pelari. Bukan hanya soal latihan fisik, tetapi juga memastikan perlengkapan siap digunakan dan tubuh mendapatkan istirahat yang cukup.
Race Director Jakarta Running Festival (JRF) 2026 Donny Tjahyandikarta membagikan sejumlah tips yang bisa dilakukan pelari sebelum mengikuti race agar persiapan lebih matang.
Menurut Donny, ada beberapa hal sederhana yang sebaiknya diperhatikan, mulai dari tidak mencoba perlengkapan baru hingga menyiapkan kebutuhan lomba sejak malam sebelumnya.
Berikut tiga tips persiapan sebelum lari ala Donny Tjahyandikarta.
1. Jangan Mencoba Sepatu dan Gel Energi Baru
Salah satu hal yang perlu dihindari menjelang race adalah mencoba sesuatu yang baru, terutama perlengkapan yang digunakan saat berlari.
Donny mengingatkan pelari untuk tidak menggunakan sepatu maupun gel energi yang belum pernah dicoba sebelumnya pada hari perlombaan.
“Jangan mencoba sesuatu yang baru di hari-hari (menjelang race). Jangan mencoba sepatu baru atau gel baru,” ujar Donny.
Ia menyarankan pelari menggunakan perlengkapan yang sudah biasa dipakai selama latihan. Dengan begitu, pelari dapat mengetahui kenyamanan perlengkapan tersebut dan mengurangi risiko masalah yang dapat mengganggu jalannya perlombaan.
2. Pastikan Tidur Cukup Sebelum Race
Selain perlengkapan, istirahat juga menjadi bagian penting dari persiapan sebelum berlari. Donny menyarankan pelari untuk memastikan kebutuhan tidur terpenuhi, setidaknya dua hari sebelum perlombaan.
Menurutnya, malam sebelum race tidak selalu menjadi waktu yang ideal untuk mendapatkan tidur berkualitas. Rasa antusias menjelang perlombaan terkadang justru membuat pelari sulit terlelap.
“Apalagi karena sehari sebelum itu biasanya susah tidur, kena excited,” kata Donny.
Karena itu, pelari sebaiknya tidak hanya mengandalkan tidur pada malam terakhir, tetapi juga menjaga waktu istirahat pada hari-hari sebelumnya.
3. Siapkan Race Kit Sejak Malam Sebelumnya
Tips berikutnya adalah menyiapkan seluruh perlengkapan lomba sejak malam sebelum race. Langkah ini dapat membantu pelari menghindari kerepotan pada pagi hari, terutama ketika waktu keberangkatan semakin dekat.
Donny menyarankan agar pakaian lari, sepatu, gel energi, dan perlengkapan lain yang dibutuhkan sudah disiapkan terlebih dahulu.
“Jadi kit sudah dipasang dulu di baju. Jadi pagi-pagi enggak nyari-nyari, nanti ketinggalan kan repot,” ujarnya.
Dengan seluruh perlengkapan yang sudah siap, pelari bisa menjalani pagi sebelum perlombaan dengan lebih tenang dan fokus pada persiapan akhir.
Ketiga tips tersebut menekankan pentingnya persiapan sederhana sebelum race. Mulai dari menggunakan perlengkapan yang sudah familier, menjaga kualitas tidur, hingga memastikan seluruh kebutuhan lomba tidak tertinggal, semuanya dapat membantu pelari memulai perlombaan dengan lebih siap.

