Navaswara.com — Arsenal berhasil membawa pulang tiga poin dari markas Sunderland setelah meraih kemenangan 2-0 dalam laga lanjutan Premier League. Namun, hasil tersebut tidak didapat dengan mudah.
Mikel Arteta mengakui anak asuhnya harus melewati pertandingan yang sangat sulit di Stadium of Light, terlebih setelah Sunderland mendapat hadiah penalti pada babak kedua.
Salah satu momen yang paling membuat Arteta geram adalah keputusan wasit yang memberikan penalti kepada Sunderland. Menurutnya, keputusan tersebut seharusnya tidak diberikan karena ia menilai tidak terjadi pelanggaran yang layak dihukum dengan cara tersebut.
“Saya menontonnya 20 kali dan saya tidak dapat menemukan cara untuk memahami bagaimana mereka berpikir untuk memberikan penalti dalam situasi tersebut,” ujarnya dikutip dari laman resmi Arsenal.
Tapi, kemarahan Arteta sedikit teredam setelah David Raya tampil gemilang dan berhasil menggagalkan eksekusi penalti Sunderland. Penyelamatan tersebut menjadi salah satu titik balik pertandingan, karena hanya beberapa menit berselang, Arsenal mampu mencetak gol pembuka melalui Bruno Guimarães.
Ia menambahkan, “David melakukan penyelamatan luar biasa setelah itu, dan kemudian momen-momen ajaib yang dilakukan Bruno sebagai seorang pencetak gol, tidak ada yang lebih baik dari itu – sebuah gol yang luar biasa, dan assist yang luar biasa untuk membuka jalan bagi Bukayo, dan kami berhak untuk memenangkan poin.”
“Secara emosional ini adalah pertandingan yang membutuhkan banyak hal dari para pemain. Kami unggul, kemudian ada sedikit kesulitan – dan tentu saja, keputusan penalti dapat mengubah jalannya pertandingan.”
Arteta menilai situasi tersebut menunjukkan betapa pentingnya kemampuan The Gunners untuk tetap tenang ketika pertandingan berjalan tidak sesuai rencana. Ia juga memberikan apresiasi kepada para pemain yang mampu menghadapi tekanan besar dari tuan rumah.
Arteta pun menegaskan bahwa pertandingan tersebut menjadi ujian besar bagi mental dan karakter timnya. Arsenal tidak hanya membutuhkan kualitas teknis, tapi juga ketenangan untuk bertahan ketika berada dalam tekanan.
Bagi Arteta, kemenangan di kandang Sunderland bukan sekadar tambahan tiga poin. Pertandingan tersebut memperlihatkan karakter anak asuhnya dalam menghadapi laga sulit. Meski tidak tampil dominan sepanjang pertandingan, The Gunners terbukti mampu bertahan dari tekanan, memanfaatkan momentum dan mengamankan hasil penting.
