Prof. Zudan: Kualitas Talenta ASN Ditentukan oleh Asesmen yang Objektif

Navaswara.com – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan bahwa pembangunan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) harus diawali dengan sistem asesmen yang berkualitas, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hal tersebut disampaikan Prof. Zudan saat memimpin Sidang Akreditasi Lembaga Assessment Center Periode I dan II bersama Tim Penilai Akreditasi dari Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN di Kantor Pusat BKN, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, sistem akreditasi yang baik harus mampu menghasilkan penilaian yang konsisten meskipun dilakukan oleh tim yang berbeda. Karena itu, standar dan persepsi para penilai perlu terus diselaraskan guna menjaga objektivitas hasil asesmen.

“Akreditasi harus menghasilkan nilai yang konsisten meskipun dilakukan oleh tim yang berbeda. Standar dan persepsi penilai harus terus diselaraskan agar kualitas penilaian semakin objektif,” ujar Prof. Zudan.

Ia menekankan pentingnya penyusunan indikator yang lebih terukur dan kuantitatif, penerapan standar penilaian yang seragam, serta pengujian reliabilitas instrumen untuk memastikan validitas hasil akreditasi.

Prof. Zudan juga mengingatkan bahwa proses akreditasi tidak boleh hanya berfokus pada aspek administratif. Penilaian harus mencerminkan kualitas layanan assessment center, kontribusinya terhadap pengembangan SDM, keberlanjutan program, serta tata kelola kelembagaan yang mendukung kinerja jangka panjang.

Selain itu, BKN mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam proses pra-akreditasi melalui pengembangan sistem aplikasi penilaian yang memungkinkan pengisian data secara mandiri, otomatisasi pemeriksaan indikator, serta dokumentasi hasil akreditasi yang lebih terstruktur.

Lebih lanjut, Prof. Zudan mengajak tim penilai mengadopsi paradigma manajemen modern yang berorientasi pada fungsi dan hasil, bukan sekadar kepemilikan sarana fisik. Menurutnya, yang terpenting adalah kemampuan lembaga dalam menjalankan layanan sesuai standar kualitas yang ditetapkan.

Ia menegaskan bahwa assessment center merupakan pintu masuk utama dalam proses identifikasi dan pengelolaan talenta ASN. Karena itu, standardisasi instrumen asesmen, keseragaman metode pengukuran kompetensi, pengelolaan data secara terpusat, serta pengawasan berkelanjutan harus terus diperkuat.

“Data talenta ASN harus dibangun dari hasil asesmen yang memiliki standar kualitas yang sama sehingga dapat dimanfaatkan secara nasional untuk mendukung sistem manajemen talenta,” tegasnya.

Melalui penyempurnaan sistem akreditasi assessment center, BKN berkomitmen menghadirkan tata kelola yang semakin kredibel, objektif, dan berbasis data guna mendukung terwujudnya manajemen talenta ASN yang terintegrasi serta selaras dengan kebutuhan pembangunan birokrasi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *